Cara Membuat Catatan Cerdas dalam 5 Langkah Mudah

Ilustrasi

EdukasiPlus.id – Semua orang menulis, baik Anda seorang mahasiswa yang sedang menyusun makalah untuk tugas atau seorang profesional yang menulis laporan untuk pekerjaan, menuangkan pikiran ke dalam kata-kata merupakan bagian penting dari komunikasi.

Di era informasi yang melimpah, menulis saja tidak cukup,  Anda perlu menulis dengan cerdas. Kita menghadapi aliran informasi yang tak ada habisnya setiap hari, dan mungkin sulit untuk merangkumnya menjadi sesuatu yang bermakna.

Sönke Ahrens hadir dengan bukunya “How to Take Smart Notes: One Simple Technique to Boost Your Writing, Learning, and Creativity.” Sistem pencatatan Ahrens memudahkan Anda untuk mencatat dan mengorganisir pikiran serta pengetahuan, sehingga Anda dapat menulis, belajar, dan berkreasi dengan lebih efektif.

Jika Anda kesulitan mengorganisir informasi untuk menulis atau produktivitas, catatan cerdas berikut ini dapat membantu.

Catat ide-ide sekilas
Penelitian memperkirakan bahwa kita memikirkan 6.000 pikiran setiap hari. Dengan begitu banyaknya pikiran di benak kita, ide bagus mudah terlupakan jika tidak segera ditulis. Itulah mengapa “catatan sekilas” Ahren sangat penting — catatan ini memungkinkan Anda mencatat ide-ide dengan cepat sehingga dapat digunakan nanti.

Tuliskan informasi menarik saat Anda menemukannya. Catatan singkat dapat mencatat apa saja, mulai dari percakapan seru saat makan malam hingga saran hadiah di menit-menit terakhir. Untuk membuat catatan sekilas, Anda hanya membutuhkan pena dan kertas. Ini bisa berupa halaman kosong di jurnal atau bahkan serbet jika terpaksa.

Buat catatan literatur
Catatan sekilas sangat bagus untuk mencatat ide saat Anda sedang bepergian, tetapi Anda membutuhkan lebih banyak struktur saat membaca.

Catatan literatur adalah catatan yang Anda buat saat membaca, menonton, atau mendengarkan sesuatu yang menarik. Ini adalah ide-ide yang ingin Anda ingat atau eksplorasi lebih lanjut.

Catatan literatur berguna untuk informasi yang Anda baca atau data yang Anda kumpulkan untuk proyek penelitian.

Semakin rumit karya tersebut atau semakin kurang familiar Anda dengan topiknya, semakin banyak catatan pustaka yang akan Anda buat.

Baca Juga:  Mengenal Para Pimpinan Universitas Indonesia (UI)

Menurut Ahrens, catatan pustaka harus mengikuti panduan berikut:

Buat catatan sesingkat mungkin
Pilih kutipan yang Anda simpan dengan cermat, terutama kutipan
Gunakan kata-kata Anda sendiri
Kutip sumber beserta detail bibliografi

Tulis ulang catatan permanen Anda secara selektif
Setelah Anda mengumpulkan catatan singkat dan literatur, Ahrens menyarankan untuk meninjau kotak masuk Anda secara berkala (idealnya sekali sehari).

Anda kemudian akan memutuskan informasi mana yang akan disimpan dan mana yang akan dibuang.

Saat meninjau catatan Anda, ingatlah bahwa ini bukan tentang mengumpulkan ide. Koneksi untuk ide, argumen, dan diskusi adalah tujuannya.

Pikirkan apa yang relevan dengan tujuan pembelajaran mandiri Anda dan apa yang sudah ada di dalam kotak slip Anda.

Menyimpan catatan yang bertentangan, mengoreksi, mendukung, atau menambah catatan Anda yang sudah ada adalah ide yang bagus.

Tambahkan catatan ke kotak slip Anda secara strategis
Saat Anda siap menyimpan catatan permanen, Anda harus menyimpannya di kotak slip Anda. Anda dapat menggunakan alat apa pun, baik kotak fisik maupun metode digital.

Ahrens menyarankan bahwa selama prinsip-prinsip Zettelkasten dipahami dengan baik, prinsip-prinsip tersebut dapat diimplementasikan dengan berbagai alat, baik analog maupun digital.

Biarkan catatan Anda memandu ide dan berbagi wawasan 

Setelah membuat kotak catatan, mulailah menggunakannya untuk menghasilkan ide-ide baru.

Metode ideasi Anda akan bergantung pada preferensi Anda, tetapi salah satu cara terbaik untuk memulai adalah dengan mengidentifikasi tema atau pola.

Tinjau catatan Anda dan lihat apakah ada pola yang muncul. Apakah Anda melihat catatan yang terkait, atau apakah sekelompok catatan yang sudah ada memiliki tema yang sama?

Dengan mengidentifikasi pola-pola ini, Anda dapat menghubungkan berbagai ide dan menghasilkan pertanyaan baru untuk dijawab serta topik untuk dieksplorasi.

 

Artikel Terkait:

Share this:

Facebook
Telegram
WhatsApp