EdukasiPlus.id – Kita semua akrab dengan pengorganisasian, menggunakannya untuk menjaga rumah tetap rapi, merencanakan liburan, dan menyelesaikan proyek kerja.
Sama pentingnya dengan pengorganisasian untuk keteraturan di dunia kita, menciptakan keteraturan dalam tulisan kita juga sama pentingnya.
Pengorganisasian yang tepat dimulai dengan sebuah kerangka kerja.
Lagipula, pengorganisasian yang sesungguhnya bukanlah pengorganisasian jika tidak ada metode untuk mengurutkan sesuatu.
Banyak bentuk pengorganisasian ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memicu kegembiraan dengan Marie Kondo hingga sistem Klasifikasi Desimal Dewey di perpustakaan.
Tetapi bagaimana dengan pengorganisasian catatan digital, bibliografi penelitian, atau bahkan pemikiran dan ide abstrak?
Banyak akademisi hebat telah merumuskan kerangka kerja dan sistem untuk mengorganisasikan informasi.
Pendiri desain informasi, Richard Saul Wurman, mengembangkan “Five Hat Racks”, yang juga dikenal sebagai sistem LATCH.
LATCH adalah akronim untuk: Lokasi, Alfabet, Waktu, Kategori, Hierarki.
Menurut Wurman, LATCH adalah satu-satunya metode untuk mengorganisasikan segala jenis informasi, terlepas dari bentuk atau jumlahnya.
Dalam bukunya “Information Architects”, Wurman berkata, “Saya telah mencoba ribuan kali untuk menemukan cara lain dalam mengorganisasikan, tetapi saya selalu berakhir menggunakan salah satu dari lima metode ini.”
Wurman, pada dasarnya, meringkas kecenderungan naluriah kita untuk mengelompokkan berbagai hal ke dalam kategori yang logis untuk dikategorikan.
Metodenya merupakan fondasi bagi banyak metode lainnya.
Metode Piramida Terbalik, misalnya, dibangun berdasarkan prinsip hierarki.
Gaya pelaporan ini menekankan siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana ceritanya, dimulai dengan fakta-fakta paling esensial dan menyajikannya dalam urutan menurun.
Anda dapat menyusun tulisan dengan menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk melihat tulisan Anda dari perspektif pembaca.
Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin perlu dipertimbangkan:
Apa yang penting bagi pembaca saya?
Mengapa mereka membaca ini?
Informasi apa yang mereka butuhkan?
Apakah mereka mencari informasi spesifik?
Bagaimana kepribadian mereka (misalnya, apakah mereka mengalami kecemasan informasi)?



